Pasca revolusi 1945 di mana pertama kali berdirinya republik indonesia
keberhasilan gerakan rakyat merebut “kemerdekaan” dari gengaman kolonialisme.
Pada era Orde Lama sistem pendidikan di Indonesia mengalami proses perkembangan
yang baik, mulai dari kurikulum, pengajar, hinga metode belajar – mengajar. Adanya
partisipasi peserta didik dalam kancah perpolitikan dapat dibuktikan dengan
adanya Dewan Mahasiswa sehingga saat itu peserta didik menjadi subyek bukan
objek dalam menjalankan keberlangsungan pendidikan di indonesia. Kualitas
pendidikan pada era Orde Lama menunjukan bahwa sistem pendidikan mampu
merangsang daya kritis dan kreatifitas peserta didik hingga dapat membuat
terobosan solusi atas persoalan rakyat.
Jatuhnya
kekuasaan Orde Lama menyebabkan kehancuran gerakan rakyat berdirilah
kekuasaan Orde Baru Soeharto. Sistem pendidikan di indonesia berputar balik 360
derajat. Peserta didik dibentuk sedemikian rupa dijadikan objek demi ambisi
kapitalisme. Sejak saat itulah pembangunan jati diri rakyat tergadaikan dengan
pembukaan investasi besar – besaran oleh rezim Orba. Peserta didik disiapkan
menjadi budak kapitalisme yang patuh pada investor. Tidak bisa dipungkiri lagi
peserta didik kehilangan daya kritis dan kreativitas.
Pendidikan
tak ubahnya seperti kebun binatang. Peserta didik disuapin makan tapi tak
diajarkan bagaimana membagi makanan. Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan
pasar, sejarah diputar - balikan, kebijakan NKK – BKK, pelarangan buku,
jadwal kuliah yang padat, hingga metode pengajaran dosen dalam kelas yang
sangat monoton. Dampaknya adalah hilangnya daya kritis mahasiswa
minsalnya saja contoh kongkrit yang hingga sekarang terjadi ketika mahasiswa
memberi pertanyaan sedikt kritis terhadap dosen, biasanya di jawab
dengan "pertanyaan anda bukan wewenang saya untuk menjawabnya"
Sistem
Pendidikan Indonesia Saat ini.
Tak bisa
dipungkiri ketika pendidikan menjadi kritis, mahasiswa berorganisasi dan
membangun solidaritas terhadap persoalan rakyat. Maka sudah pasti pemerintah
agen kapitalisme akan kelabakan. Kenaikan harga BBM, kenaikan harga
sembako, maraknya perampasan tanah, kasus"agraria, masalah perburuhan
hingga mahalnya biaya pendidikan. Persoalan tersebut tidak akan diperbincangkan
dalam ranah kelas di kampus.Mahasiswa hanya diajarkan teori kolot yang tidak
beririsan dari realitas masyarakat. Alhasil mahasiswa menjadi menara gading
dalam tatanan kehidupan masyarakat. Ijazah, lulus cepat mendapat pekerjaan
itulah yang ada di kepala mahasiswa saat ini. Hasilnya adalah mahasiswa yang
berwatak apatis, individualis dan hedonis.
kita bisa melihat
elit politiknya yang sibuk korupsi dan rajin mencanangkan regulasi yang
menyengsarakan rakyat. Pertanyaan adalah dimana fungsi peserta didik melihat
situasi ini? kenyataannya adalah peserta didik hanya menjadi penonton setia
atas fenomena yang terjadi. ini semua tak lepas dari bentuk teori yang
diterapkan pada sistem pendidikan yang terpisah dengan realitas.
Dunia
pendidikan saat ini memakai pandangan tradisional konservatif. Bahwa
secara tradisional pendidikan harus bersendikan nilai-nilai yang di
junjung tinggi sekaligus teruji oleh waktu pandangan ini
disebut esensialisme. Pendidikan harus berupaya mengembangkan akal budi
manusia semaksimal mungkin karenanya pendidikan harus berpusat pada pendidik
pandangan ini di sebut perenialisme. kedua pandangan tersebut merupakan
bagian dari teori tradisional konservatif yang menekankan bahwa pendidikan
harus memandang manusia menjadi mahluk budaya sehingga keberadaan manusia
dianggap memiliki peranan sebagai penghayat, pelaksana, pengembang kehidupan,
dan pendidik sebagai subyek pembawa nilai dan norma budaya menduduki posisi
sentral dalam proses pendidikan (barnadid 1996). pandangan tentang pendidikan
semacam ini pada praktiknya cendrung bersifat otoriter dan menghalangin peserta
didik untuk berkembang dan kritis melihat situasi masyarakat di sekitar. Proses
pendidikan menjadi aktivitas menundukan peserta didik.
Pendidikan
Kritis. Mungkinkah Ada?
Menurut
lenin bahwa "kita tak dapat mempercayai pengajaran, pelatihan dan
pendidikan apabila mereka membatasi hanya pada ruang sekolah dan dipisahkan
dari proses kehidupan” Telah dibuktikan sepanjang sejarah peradaban
manusia bahwa pendidikan memegang peranan penting untuk memajukan kesadaran
masyarakat serta merevolusionerkan teknologi demi kesejahteraan rakyat. Tetapi
ketika pendidikan dijadikan alat untuk mempermulus akumulasi modal dalam sistem
kapitalisme maka sejak saat itulah anak didik menjadi bahan bakar untuk
mengepulkan asap modal kapitalisme.
Paulo freire
menegaskan bahwa pendidikan adalah alat perlawanan! karena hakikat pendidikan
ialah membebaskan manusia. Pendidikan harus mengambil posisi kritis terhadap
tatanan sosial yang tak berkeadilan. aliran progesivisme pada prinsipnya
meletakan kebebabasan sebagi motif utama pengembangan kebudayaan. Garis
besarnya adalah pendidikan harus bersifat toleransi, keterbukaan , rasa ingin
tahu, mengembangkan pengalaman, dan anak didik adalah subjek yang memiliki
kemampuan menghadapi realitas. Metode pendidikannya mengandalkan dialog yang
kritis dan progresif. keterlibatan secara terus menerus dari realitas
memunculkan sikap kritis peserta didik.
Kuba
minsalnya salah satu negara yang menasionalisasi semua sekolah dibawah kontrol
pemerintahnya dan memastikan semua rakyat mendapatkan hak pendidikannya.
Keberhasilan menghapuskan buta huruf rakyatnya dengan menggunakan
metode “Yo Si Puedo” (yes i can) metode ini sudah diadposi lebih dari
30 negara untuk memberantas buta huruf. Pendidikannya gratis hingga perlengkapan
peserta didik di gratiskan seperti buku, pensil, pulpen dll. Tenaga
pendidik sanggat banyak setiap 20 murid SD dilayani 1 tenaga pendidik. 15 siswa
SMP dilayani 1 tenaga pendidik. Sejak SD peserta didik diberikan waktu untuk
berorganisasi dan menyatakan pendapatnya seperti organisasi Pioners untuk SD,
Federasi Sekolah Menengah dan Tinggi. Negara kuba berani memotong anggaran
militer untuk anggaran pendidikan. Sejak tahun 2000 Kuba menjalankan program
“universitas Untuk Semua Orang” menyelenggarakan program pendidikan melalui
siaran televisi. Dan masih banyak lagi fakta keberhasilan pendidikan di kuba.
Kita
organisasi mahasiswa harus lebih giat lagi melakukan investigasi ke realitas
masyarakat mengetahui problem rakyat dan memberi kesadaran rakyat betapa
penting nya melakukan perlawanan atas penindasan. Tak bisa dipungkirin kita tak
bisa berbuat banyak apabila suprastruktur negara masih di kuasai oleh
elit - elit borjuis yang menjadi boneka kapitalisme. Sebab sampe kucing
bertanduk pun elit – elit borjuasi dan partai busuk tetap lah menjadi boneka
kapitalisme. sehingga kemenangan rakyat menjadi keniscayaan ketika rakyat
membangun gerakan dan mempersatukan gerakannya merobohkan pemerintahan agen
imperialisme. Sehingga cita – cita sistem pendidikan yang kritis menjadi
kenyataan di
Indonesia.
No comments:
Post a Comment